SIDANG PERDANA 6 ORANG TERSANGKA KASUS PENGEROYOKAN & PEMBUNUHAN SADIS

 

BATAM TARGETNEWS. Gelar sidang perdana kasus pengeroyokan di sertai pembunuhan yang terjadi pada bulan desember 2016 lalu,yang menimpa dua orang anak masih berstatus pelajar di salah satu sekolah menengah di kota batam kepulauan riau yang juga tergolong dibawah umur. kedua anak tersebut adalah RICARDO SITOMPUL bertempat tinggal di sekitar aviari batu aji & FIRDAUS juga bertepat tinggal di MKGR tembesi, mereka derdua menjadi sasaran amukan massa perumahan pendawa batu aji, karena mereka itu di tuduh mau melakukan pencurian motor yang terparkir di teras rumah salah satu warga. menurut orang tua korban

ketika itu sekitar pukul 01 lebih kurang, terjadi teriakan maling oleh warga perumahan pendawa, dan kebetulan kedua anak ini berada di sekitar teriakan warga lantas warga menduga bahwa merekalah pelaku pencurian, padahal kedua anak ini hanya melintas dari kawasan perumahan pendawa , dan tidak dapat di pungkiri sebagai masih tegolong anak anak mereka pasti merasa ketakutan ketika mendengar teriakan maling sehingga mereka terlihat bingung dan pada saat itulah warga menangkap kedua anak tersebut dan menuduh maling serta memukuli dan sebagian menginjak injak kepalanya ada juga beberapa orang yang mengambil kayu broti dan menghantam kepala kedua anak ini sehingga dada dan batok kepala bagian belakang remuk, itulah yang membuat mereka berdua mati seketika, Firdaus meninggal di hadapan para pelaku pemukulan, dan dibawah tumpuan kaki para pelaku pemukulan, dan Ricardo meninggal dalm perjalanan menuju RS yang lebih,  membingungkan para masyarakat salah satu dari tersangka pembunuhan ini adalah perangkat RW Rukun Warga perumahan pendawa, yang seharusnya Rukun Warga harus mengamankan dan menyerahkan ke yang berwajib untuk di periksa apakah mereka mencuri atau tidak? itu salah satu tanggung jawab sebagai  RW bukan malah menghilangkan nyawa orang lain yang belum tentu berbuat salah, dan ada juga  satpam atau security perumahan itu yang juga di sangkakan ikut mengeroyok kedua korban tersebut, Tenaga Pengamanan dan Rukun Warga tersebut  yang seharusnya mengayomi tapi kini berubah menjadi pelaku pembunuhan, dengan kata lain mereka berdua yakni RICARDO SITOMPUL & FIRDAUS  belum tentu mereka  pelakunya,  Enam orang yang sudh menjadi tersangka masing masing adalah.  RUSTAM  tersanka satu, ADI CANDRA trsangka dua, dan selanjutnya ARZU, WIRMAN, AMUL,dan INDRA, mereka ber enam harus bertanggung jawab atas nyawa dua orang yang telah hilang, yang di atur dalam undang undang ini harus dengan pembukti yang kuat, kalau hanya mengandalkan sepeda motor yang disita polisi menjadi barang bukti itu tidak dapat di katakan bukti yang kuat, dan ini harus di buktikan dalam fakta  persidangan, dan pihak korban sudah membuat beberapa dari  anggota payuguban di batam untuk mengawal kasus ini  sampai putusan pengadilan diantaranya adalah dari marga SITOMPUL KOTA BATAM, DARI AHLI HUKUM, DAN DARI PERS BATAM DAN KEPRI,( TaWaR) 

Versi cetak