1. Bekicot

 


Bekicot –

 Bekicot sering dikenal sebagai binatang hemaprodit yang hidup menempel didaun yang tidak lazim dikonsumsi masyarakat sebagai lauk. Namun di Bojonegoro, Jawa Timur, sate bekicot bumbu kacang digemari masyarakat sekitar. Selain rasanya yang lezat, daging bekicot memiliki khasiat yang luar biasa untuk obat penyakit asma dan gatal - gatal.
Menu sate bekicot bisa dijumpai dikedai sederhana dipinggir Jalan WR Soepratman Bojonegoro, Jawa Timur. Warung sate bekicot atau dikenal dengan sate 02 dirintis oleh Ibu Astuti warga Desa Karang, Kecamatan kota Bojonegoro, 5 tahun silam.

Dibantu sang suami Riyadi dirumahnya Jalan Kuncoro Gang 3, mereka berdua menyiapkan menu sate sebelum dijual di warung sate 02 miliknya. Sebelumnya bekicot direbus hingga masak agar mudah memisahkan daging dari cangkangnya. Setelah daging terpisah dari cangkang, kemudian diiris menjadi potongan kecil - kecil. Baru setelah itu potongan daging bekicot ini ditusuk dengan sujen atau lebih dikenal dijongkok.

Setiap hari 500 tusuk sate daging bekicot harus disiapkan untuk memenuhi para pelanggan. Tiap jam 4 sore dengan diantar tukang becak langganannya Tuti berangkat ke warung sate bekicot miliknya. Sementara Tuti menyiapkan bumbu sate, yaitu terdiri dari bawang merah, kacang goreng, cabe, jeruk pecel dan kecap manis, sang suami menyiapkan tempat bakar sate.

Bumbu kacang ia sengaja dijadikan bumbu khas sate bekicot, karena citrarasa gurih akan menambah rasa lezat. Setiap sore sampai malam warung sate 02 milik Astuti akan ramai diserbu para pelanggan. Tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Untuk menikmati 1 porsi bekicot cukup dengan 4000 ribu rupiah, 10 tusuk sate bekicot yang lezat yang bisa kita santap dan 1000 rupiah untuk sepiring lontong atau nasi putih.

Disamping rasa lezat membuat ketagihan banyak orang, sate bekicot konon berkhasiat untuk obat asma dan gatal. Usaha sate bekicot yang dirintis oleh Astuti dan suaminya selama 5 tahun, sedikit banyak telah menopang kebutuhan ekonomi keluarganya hingga mampu membiayai kuliah anaknya.


artikel yang terkait dengan beternak bekicot adalah

cara berternak bekicot, cara berternak bekicot, cara beternak bekicot di kotak kayu, cara beternak bekicot di kolam semen, cara beternak bekicot di terpal, cara beternak bekicot di galian tanah, morfologi bekicot, manfaat bekicot, klasifikasi bekicot, pemasaran bekicot, budidaya bekicot, cara beternak bekicot, tepung bekicot

Sumber: suhud budiyanto

  

Add a comment

OCT

14

 

Cara Beternak Bekicot

 


cara beternak bekicot di beternak.net

Penyiapan Sarana dan Peralatan

Perkandangan

Walaupun lahan yang diperlukan tidaklah terlalu luas namun persyaratan mengenai kelembaban dan keteduhan perkandangan perlu diperhatikan, karena dalam aslinya dan untuk berkembang biak secara baik bekicot senang dengan keadaan yang lembab dan teduh. Kandang didirikan di tanah kering, teduh, lembab dengan suhu udara berkisar 25–30 derajat C.

Cara pemeliharaan bekicot tidak terlalu sulit. Bisa dilakukan secara terpisah, artinya bekicot yang kecil dipelihara terpisah dari yang besar. Bisa juga dilakukan secara campuran, yaitu bekicot kecil dan besar dipelihara dalam satu kandang tanpa melihat umur/besarnya. Bila dilakukan secara terpisah resikonya harus dibuat beberapa kandang. Fungsi kandang itu antara lain untuk penetasan, pembesaran dan sebagai kandang induk.

    Ada tiga cara berternak bekicot di dalam kandang, antara lain:

a.     Kandang kotak kayu
          
Kandang terbuat dalam lembaran kayu tripleks yang berkaki. Untuk kerangkanya dapat digunakan kayu kaso. Ukuran panjang dan lebar kandang adalah 1 x 1 meter, tinggi 1,25 meter. Di atas kotak tersebut diberi kawat kasa, agar bekicot tidak keluar dari dalam kandang. Sebaiknya di atas kotak perlu dibuatkan tempat berteduh, agar keadaan tempat selalu gelap/tidak langsung kena sinar matahari.

b.     Kandang dari bak semen

Pembuatan kandang ini sama dengan kandang kotak kayu. Dalam bak semen yang perlu diperhatikan adalah alasnya. Untuk menciptakan suasana lembab, alas semen perlu diberi tanah dan cacing untuk menggemburkan tanah dan menyerap kotoran yang dikeluarkan bekicot. Tebal lapisan tanah di dalam bak sekitar 30 cm. Zat-zat makanan yang diperlukan bekicot hendaklah selalu tersedia di dalam bak.

c.     Kandang galian tanah
          
Tanah digali dengan ukuran panjang, lebar dan tinggi 1 x 1 x 1 m. Perlu diperhatikan sebaiknya tanah galian yang akan digunakan untuk kandang dipilih yang agak kering. Sebaiknya kandang dibuat di bawah pohon yang rimbun, kalau dindingnya terlalu basah perlu diberi lapisan pasir.

Untuk menjaga keadaan selalu gelap, seperti cara pertama dan kedua, di atas kandang perlu dibuatkan bedeng sebagai penutup. Masa panen, bila kandangnya terbuat dari tanah galian, cara pengambilannya dilakukan dengan menggunakan galah yang bisa menjepit bekicot agar bekicot dan telurnya tidak rusak.

Peralatan

Alat-alat yang diperlukan untuk pembuatan kandang: kayu, semen, bata pasir, kain kasa dan cangkul.    

Peyiapan Bibit

Tidak semua jenis bekicot cocok untuk dibudidayakan. Dua jenis bekicot yang biasa diternakkan, yaitu spesies Achatina fulica dan Achatina variegata. Ciri bekicot jenis Achanita fulica biasanya warna garis-garis pada tempurung/cangkangnya tidak begitu mencolok. Sedangkan jenis Achatina variegata warna garis-garis pada cangkangnya tebal dan berbuku-buku. Ada beberapa pedoman teknis untuk memilih bibit/DOC (Day Old Chicken) /ayam umur sehari:

Pemilihan Bibit Calon Induk
      
Jika bibit unggul belum tersedia maka sebagai langkah pertama dapat digunakan bibit lokal dengan jalan mengumpulkan bekicot yang banyak terdapat di kebun pisang, kelapa, serta semak belukar. Bekicot yang baik dijadikan bibit adalah yang tidak rusak/cacat yang sementara waktu dan yang besar dengan berat lebih kurang 75-100 gram/ekor.

Reproduksi dan Perkawinan
      
Bekicot biasanya mulai kawin pada usia enam sampai tujuh bulan ditempat pemeliharaan yang cukup memenuhi syarat. Pada masa kawin bekicot betina mulai menyingkir ke tempat yang lebih aman. Bekicot bertelur di sembarang tempat. Jumlah telurnya setiap penetasan biasanya lebih dari lima puluh butir (50 100). Jumlah produksi telur tergantung masa subur bekicot itu sendiri. Besar telur bekicot tidak lebih dari 2 mm.

Proses Kelahiran
      
Telur bekicot akan menetas setelah usianya cukup. Pada waktu telur itu menetas dan menjadi anak cangkang, biasanya tidak ditunggui induknya. Begitu bekicot selesai bertelur, telurnya ditinggalkan begitu saja. Telur bekicot akan pecah sendiri melalui proses alam.

Penetasan bekicot hingga menjadi anak tergantung pada keadaan tempat dan waktu tetas. Bilamana tempat itu memenuhi syarat (sempurna) seperti kelembaban tanah, iklim dan cahaya yang mencukupi, maka telur akan cepat menetas. Sebaliknya jika keadaan tanah/iklim kering dan tempatnya kurang menguntungkan maka telur akan lambat menetas.
    
Pemeliharaan

Pemeliharaan bekicot bisa dilakukan dengan cara terpisah dan bisa juga secara campuran di dalam suatu tempat. Meskipun cara terpisah membutuhkan tempat khusus tetapi ada keuntungannya. Misalnya, anak bekicot bisa diketahui perkembangannya secara tepat, baik besarnya maupun usianya. Dengan demikian, tidak sulit untuk memberikan perawatan secara khusus. Bagi peternak bekicot sangat mudah kiranya apabila perawatan anak bekicot itu dilakukan di tempat khusus. Adapun makanan anak bekicot bisa diberi makanan dengan sejenis ganggang (lumut), pupus daun dan sedikit zat kapur. Harus diingat hendaklah tempatnya selalu teduh dan lembab. Setelah anak bekicot berusia dua/tiga bulan, hendaklah dipindahkan kekandang pembesaran.

Keberhasilan budidaya bekicot tergantung pada cara perawatan dan pemeliharaan teknis selama diternakkan. Beberapa perawatan teknis dalam budidaya bekicot diantaranya meliputi:

1)     Menjaga kelembaban lingkungan
      
Bekicot sangat suka tempat yang lembab sehingga untuk mempertahankan kelembaban lingkungan dapat digunakan atap atau perlindungan lain. Pada musim panas kelembaban lingkungan dapatdipertahankan dengan menyiramkan air lokasi peternakan setiap hari.
2)     Mempertahankan kondisi likngkungan
      
Bekicot menyukai tempat yang lembab, namun bukan berarti pada tanah yang becek. Sehingga diperlukan usaha untuk mempertahankan kondisi lingkungan yang sesuai dengan yang dikehendaki bekicot.
3)     Pemberian pakan yang bermutu secara teratur
      
Agar hasil budidaya berhasil dengan baik diperlukan pemberian pakan yang bermutu dan teratur. Pemberian pakan berpedoman pada mutu pakan dan kebiasaan waktu makan. Mutu makan yang baik akan menentukan kualitas daging bekicot. Mutu pakan yang baik dapat dipenuhi dengan memberi pakan berupa daun-daunan yang disukai dan buah-buahan. Misalnya; daun dan buah pepaya, daun bayam, buah terung mentimun, swai dan lain sebagainya.
4)     Menjaga areal agar tidak dimasuki hewan lain
    
Agar bekicot dapat tumbuh baiak tanpa gangguan dari hewan yang merupakan musuhnya dan hewan yang dapat merebut makanannya maka lahan budidaya harus dijaga agar tidak dapat dimasuki hewan-hewan lain.
5)     Menjaga bekicot agar tidak keluar dari areal pemeliaraan.
      Untuk menjaga agar bekicot tidak keluar dari areal dapat dilakukan hal
sebagai berikut:
a. membuat tutup kandang (bila budidaya bekicot dalam kandang)
b. membuat pagar yang bagian atasnya diolesi dengan detergen
c. menabur abu atau garam disekeliling pagar bagian dalam

 

Versi cetak