TARGETNEWS  BATAM. Sidang lanjutan pemukulan yang berujung maut (sadis) yang menimpa dua  anak di bawah umur yang masih duduk di bangku salah satu sekolah SLTA di kota batam,  yakni  RIKARDO  SITOMPUL  &  REDEMTUS FIRDAUS yang terjadi  pada tanggal 19 Desember 2016 yang lalu tepatnya di  perum pendawa  asri,  kembali di gelar di pengadilan negeri kota batam,  kali ini agenda  sidang  mendengarkan saksi Orang tua korban  RIKARDO SITOMPUL, dalam  pemeriksaan  saksi ini terlebih dahulu  di sumpah  secara  agama  kristen, sidang di  mulai pukul  15:30 dan berlangsung selama kurang lebih  90 menit, banyak pertanyaan pertanyaan dari  ketua  hakim  terkait  peristiwa  pembunuhan tersebut semua  di  jawab  oleh saksi, namun ketika  giliran pertanyaan dari penasehat hukum (PH) terdakwa, banyak pertanyaan dari penasehat hukum terdakwa yang tidak  brebobot, salah  satu pertanyaan ketika penasehat hukum terdakwa melontarkan pertanyaan pada  saksi (Orang tua korban Rikardo)

Ada tidak  upaya bapak mencari anaknya pada saat itu ? karena saya  juga punya anak, mendengar hal itu,  hakim ketua langsung menegur  penasehat  hukum terdakwa, Hakim mengatakan... anda hanya  brtanya  saja jangan seolah olah menasehati cetus  hakim ketua, pertanyaan penasehat hukum terdakwa itu  yang tidak berbobot, tidak  ada orang  tua  yang tidak  mencari  anaknya ketika  sudah  larut malam, semua  orang tua pasti mencarii anaknya jika  larut malam, sementara  saksi  sudah menjelaskan bahwa saksi  pada  saat  itu menghadiri misa  natal, kemudian membesuk  saudarnya yang  sedang sakit, ketika menelpon  ankaknya  hand phone nya silent alias tidak aktif, jadi pertanyaan penasehat  hukum terdakwa sesuatu  yang menjengkelkan, dan tidak  segan segan juga para pengunjung sidang sesekali menyoraki,sontak pengunjung menyoraki pertanyaan  penasehat hukum terdakwa  karena  mendengar  pertanyaan tersebut yang tidak masuk akal, dan hakim  juga  bertanya  pada terdakwa  bagai  mana menurut keterangan saksi? hakim ketua memberi kesempatan pada terdakwa, yang pertama hakim memberi waktu pada  terdakwa  satu yakni  rustam Efendi, yang kedua,  adi  candra,  dan seterusnya pada  ke  empat  terdakwa lainnya, yakni, wirman, amul, Arzu, dan  Indra, untuk  menanggapi terkait keterangan  yang telah di beri saksi di persidangan, terdakwa  utama  Rustam Efendi berkata pertama saya minta  maaf  kepada keluarga  korban atas  kejadian trrsebut, sedikit mengusik  perasaan pihak  korban dengan perkataan terdakwa utama,  karena  tidak  semudah itu  untuk  minta  maaf kepada pihak  korban, karena setelah   kejadian itu, pihak terdakwa  juga tidak pernah datang kepihak korban (Rikardo Sitompul& Redemtus Firdaus)  untuk mengatakan turut berduka cita walaupun melalui penasehat  hukumnya,  itu terlihat  menunjukkan  tidak adanya  rasa penyesalan bagi  terdakwa, apalagi terdkwa utama adalah perangkat RW yang seharusnya mengayomi, bukan  untuk  melakukan pemukulan bahkan pembunuhan, sidang  akan  berlanjut  untuk mendengarkan  keterangan saksi  pihak  korban,(OrangTua Redemtus Firdaus) jadwal persidangan selanjutnya akan di gelar di pengadilan negeri  kota batam, pada hari selasa tanggal 4  Juli 2017 mendatang, **TAWAR**

 

 

Versi cetak