TARGETNEWS BATAM. Senin 24  Juli 2017  Sidang kasus pembunuhan yang  menimpa Ricardo Allen Sitompul dengan Redemtus Firdaus yang terjadi pada bulan Desember 2016 di perumahan pendawa  batu aji kembali  di  gelar di PN Batam, kedua korban dikeroyok oleh  massa karena  diduga melakukan percobaan  pencurian motor milik  warga pendawa, dugaan yang mengambang itu masih  di pertanyakan oleh  berbagai  pihak, apakah benar  atau tidak benar, pasalnya  ketika  hakim  memeriksa  saksi sidang  minggu lalu, salah  satu  saksi  meringankan memberi  ketreangan kepada majelis  hakim, bahwa ia membuat laporan kehilangan kepada  polisi esok  harinya setelah kejadian itu, dengan  santai  hakim bertanya pada  saksi,  apakah  ada  yang  hilang? cetus  hakim kepada  saksi,  saksi  menjawab  tidak pak hakim, lalau kenapa  anda  membuat laporan kehilangan  kepada polisi? saksi pun terdiam, itu sudah  menunjukkan bahwa dugaan percobaan  pencurian  masih di ragukan alis ngambang, jika  sidang  yang di gelar siang  tadi  mengagendakan mendengarkan keterangan langsung dari  ke enam terdakwa  tersebut, silih  berganti  memeberi  pertanyaan,  banyak  sekali  pertanyaan yang  diberikan  oleh majelis  hakim, kemudian  JPU  bertany  pada  terdakwa ada  beberapa  pertanyaan   yang  di lontarkan  oleh  jaksa penuntut  umum seputar  BAP  dari penyidik  kepolisian, JPU  hanya  mencocokkan  isi  BAP  dengan  keterangan  twerdakwa  di persidangan, namun  di awal pertanyaan  JPU terdakwa Adi  Candra memberi  keterangan  berbeda  dengan BAP penyidik sehingga  JPU  membacakan  isi BAP tersebut setelah  di bacakan oleh JPU  barulah  terdakwa mengakui sesuai  dengan isi BAP, giliran pun sampai kepada PH terdawa Rustam Efendi, penasehat  hukum bertanya kepada terdakwa  rustam efendi, apakah  saudara rustam sudah  melakukan upaya upaya  pertemuan terhadap  keluarga   korban? terdakwa  menjawab suda keluarga  sudah melakukan hal itu tapi tidak  di terima  oleh salah  satu pihak keluarga  korban,  siapa  pihak  keluarga  korban  yang menolak? tanya penasehat  hukum  terdakwa  rustam pun menjawap pihak keluarga  korban itu dalah inisial B.P

disaat  itulah B.P pun ada di antara  pengunjung  sidang, lalu  B.P maju kedepan  mendekati  JPU dan memberi permohonan kepada JPU untuk dapat  kiranya di  beri izin memberi  keterangan dalam persidangan terhormat itu, lalu JPU  membderi  permohonan kepada majelis hakim kiranya dapat diberi izin untuk bersaksi dalam sidang, namun hakim menutup  sidang tersebut, eh  dengan tidak di sangka sangka,  ada  seseorang  datang menghampiri BP setelah sidang ditutup dan berkata sudah beberapa  kali kukatakan samamu begitu  ucapan seseorang itu, otomatis B.P pun emosi melihat  tingkah laku seseorang itu, lalu saling  serang dengan kata kata dan  suasana pun drstis  berubah menjadi ricuh, dengan kericuhan  suasana langsung  membuat ibu korban  jatuh  pingsan baik dari  ibu  Ricardo  Sitompul maupun ibu dari Redemtus  firdaus sama sama jatuh  pingsan,
maka dari  pihak  keluarga korban pun bergegas membantu kedua ibu tersebut, ketika  awak media iini mengkonfimasi sebagai  alasan B.P hendak menjadi saksi dalam persidangan  itu B.P mengatakan saya akan bersaksi tentang  kedatangan pihak terdakwa ketika itu, yang mencoba melobi  untuk berdamai, saya adalah paman korban yang lebih berhak meberi jawaban terkait permintaan pihak terdakwa  untuk  berdamai adalah Bapak dan Ibu kandung korban lalu B.P menyampaikan hal itu ke orang tua korban dan jawaban orang tua korban tidak segampang itu untuk berkata damai sedangkan nyawa anak saya sudah melayang, alias tidak mau berdamai, hal mau atau tidak mau berdamai adalah mutlak hak dari  orang tua korban kata paman korban B.P, namun ada juga yang masih  pertanyaan  besar bagi berbagai pihak terkait saksi fakta, dalam hal ini adalah 3 0rang saksi fakta belum dapat dihadirkan Jaksa Penuntut Umum sapai saat ini mengapa tidak  dapat JPU menghadirkan saksi fakta tersebut? apakah ada ancaman terhadap  saksi fakta? masih dalam tahap menggali informasi yang akurat terkait tidak dapatnya saksi fakta dihadirkan dalam persidangan, sidang  akan dilanjutkan kembali pada tanggal 31 juli 2017 mendatang, **TaWaR**

Versi cetak