TARGETNEWS : BATAM TN. Senin tangal 7/Agustus /2017 Pengadilan Negeri Kota Batam, kembali menggelar Sidang perkara pengeroyokan dan pembunuhan  terhadap dua orang anak remaja yang masih tergolong di bawah umur, dan masih  duduk di salah satu sekolah tingkat SLTA di  kota batam sempat meresahkan para pengunjung sidang, pengunjung sidang yang di penuhi dari  kedua pihak  keluarga korban, keluarga dari  korban Ricardo allen Sitompul, dan keluarga dari  korban Redemtus Firdaus, pasalnya sidang  yang sudah dijadwalkan oleh hakim sebelumnya hari senin tanggal 7 juli 2017 sempat  tertunda, dan  para tahanan  sudah  sempat  di bawa  oleh  kendaraan  tahanan menuju lapas, para keluarga tetap menunggu sidang  di laksanakan untuk mengetahui seberat  apa tuntutan  dari  pihak  jaksa penuntut umum, dan  salah satu dari  pengunjung sidang adalah  bagian dari keluarga  korban naik ke lantai dua  dan  bertanya ke salah satu pejabat pengadilan di situ, mengapa sidang tidak  jadi  di laksanakan? padahal  akmi  sudah  berlama--lama menunggu disini, mendengar hal  itu ahirnya sidang dilanjutkan dan para tahanan yang sudah  sempat  dibawa  kelapas  ahirnya  di  suruh kembali lagi  ke  pengadilan  negeri  kota batam untuk  melanjutkan  persidangan,

Sidang yang mengagendakan  pembacaan  tuntutan jaksa Penuntut umum,  yang di bacakan JPU  Yogi Nugraha SH, Rumondang Manurung SH, terlihat  di amat-amati  oleh  penasehat  Hukum   para   terdakwa, juga para  hakim terlihat  sangat teliti mendengarkan  tuntuan  Jaksa Penuntut Umum, sidang yang mengagendakan pembacaan  tuntutan dari  JPU dimulai  pukul  16:30 dan  berlangsung

kurang  lebih satu  jam, Jaksa Penuntut Umum membacakan  tuntutannya kepada  6 terdakwa masing  masing adalah ,  Rustam Efendi, Adi candra, Indra, wirman, Arzu, dan Amul,  melakukan pengeroyokan yang  mengakibatkan meninggalnya RICARDO ALLEN SITOMPUL & REDEMTUS  FIRDAUS, yang terjadi  pada  tanggal 19 Desember tahun 2016 di  perumahan pendawa asri di  bilangab  batu aji  kota batam

pembacaan jaksa penuntut  umum terhadap ke enam terdakwa melakukan perbuatan yang melanggar hukum secara  sah  dan meyakinkan , maka sesuai dengan perbuatan para terdakwa masing masing di tuntut 10 tahun penjara, di potong selama masa tahanan, dan denda 200 juta subsider 6 bulan kurungan dan selama berlasungnya persidangan semua pungunjung sidang terlihat sangat tertib  dan tidak  ada satupun Telepon genggam yang  berbunyi, sangat mendukung kelancaran  jalannya persidangan semua dapat  menahan  diri,  karena tuntutan jaksa belum  dapat disebut  sebagai  keputusan, hakim masih menganalisa perkara  ini,  hakim  yang  diketuai oleh Redite SH, jaksa penuntut umum menjerat  para terdakwa denga pasal 80 ayat 3 undang undang  perlindungan anak nomor 35 tahun 2014 adalah perubahan atas undang undang nomor 23 tahun 2002,

persidangan ditutup  oleh  hakim  ketua Redite SH pada pukul  17: 40, dan hakim ketua  memberikan waktu untuk melakukan hak para ke 6 terdakwa untuk membela diri atau Pledoi pada senin tanggal 14 Agustus 2017, para keluarga korban berharap hakim dapat memberikan putusan yang setimpal dengan perbuatan brutal para terdakwa yang juga salah satu sebagai perangkat RW di tempat kejadian perkara, sidang di gelar kembali  pada senin 14/8/2017 di pengadilan negeri kota batam. **TaWaR**

Versi cetak