KPK:Laporkan Informasi Korupsi.


 Banyak orang bertanya-tanya bagaimana KPK bisa menangkap tangan praktik suap/pemerasan, atau dari mana KPK bisa mengendus korupsi ketka belum terjadi. Apakah KPK punya ribuan kamera yang memantau seluruh pejabat di negeri ini setiap hari? Atau, ada jutaan mikrofon yang menguping percakapan setiap proses pengadaan di seluruh daerah?


Keberhasilan KPK dalam menangkap koruptor ternyata merupakan hasil dari peran serta dan kepedulian masyarakat dalam melaporkan kasus korupsi. KPK sangat mengharapkan peran serta masyarakat untuk memberikan akses informasi ataupun laporan adanya dugaan tindak pidana korupsi (TPK) yang terjadi di sekitarnya. Informasi yang valid disertai bukti pendukung yang kuat akan sangat membantu KPK dalam menuntaskan sebuah perkara korupsi.


BENTUK-BENTUK KORUPSI



  1. Perbuatan melawan hukum, memperkaya diri orang/badan lain yang merugikan keuangan/perekonomian negara

  2. Menyalahgunakan kewenangan karena jabatan/kedudukan yang dapat merugikan keuangan/perekonomian negara

  3. Penggelapan dalam jabatan

  4. Pemerasan dalam jabatan

  5. Tindak pidana yang berkaitan dengan pemborongan

  6. Delik gratifikasi


TPK YANG DAPAT DITANGANI KPK



  • Melibatkan aparat penegak hukum, penyelenggara negara, dan orang lain yang ada kaitannya dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum atau penyelenggara negara;

  • Mendapat perhatian yang meresahkan masyarakat; dan/atau

  • Menyangkut kerugian keuangan negara paling sedikit Rp1.000.000.000 (satu miliar rupiah).


Sumber: http://www.kpk.go.id


 Diperbaharui: 10-04-2013


Terakhir diubah tanggal 10-04-2013 jam 16:36


Jika terdapat masukan atau saran terhadap informasi di Modul Layanan ini 
silahkan kirimkan email ke network@opengovindonesia.org atau mention lewat akun twitter @OpenGovIndo


Jika terdapat permasalahan dalam layanan publik ini, silakan melaporkannya ke


 


 

Versi cetak