BARCODE Jadi Penghalang,Media Gagal Liput Agenda Resmi Jakarta Fair Kemayoran 2026

banner 468x60

Targetnews.co.id// JAKARTA – Ironi mencuat di tengah gegap gempita perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta,Saat semangat keterbukaan informasi dan kolaborasi digaungkan dalam rangkaian Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026, sejumlah wartawan justru mengaku dipersulit untuk menjalankan tugas jurnalistiknya, Minggu (21/6/2026).

Sejumlah awak media yang datang untuk meliput agenda press conference menyambut HUT ke-499 Jakarta mengaku tertahan di pintu masuk kawasan Jakarta Fair Kemayoran.

Mereka tidak diperkenankan masuk oleh petugas penerimaan dan loket tiket dengan alasan tidak menerima barcode akses yang menjadi syarat registrasi.

Padahal, para jurnalis tersebut mengaku telah melakukan koordinasi sebelumnya dan hadir sebagai bagian dari tugas peliputan resmi kegiatan yang menjadi konsumsi publik, Identitas pers telah ditunjukkan, tujuan peliputan telah dijelaskan, namun akses tetap tidak diberikan.

Kejadian ini memantik pertanyaan serius mengenai sistem koordinasi dan pelayanan media dalam salah satu event terbesar di Indonesia tersebut.

Pasalnya, media selama ini menjadi mitra strategis penyelenggara dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat luas.

“Bagaimana publik bisa memperoleh informasi secara utuh jika wartawan yang datang untuk meliput justru tertahan di depan gerbang?” ungkap salah seorang jurnalis yang enggan disebutkan namanya.

Lebih ironis lagi, hambatan terhadap akses peliputan terjadi saat Jakarta Fair tengah menggelar berbagai agenda penting yang berkaitan langsung dengan perayaan ulang tahun ibu kota,Di saat narasi keterbukaan digaungkan, sebagian insan pers justru mengaku menghadapi tembok birokrasi yang menghambat kerja jurnalistik.

Peristiwa ini menimbulkan kekecewaan di kalangan media,Sebab tugas pers bukan sekadar menghadiri acara, melainkan memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan terpercaya.

Ketika akses terhadap kegiatan publik dibatasi akibat persoalan administrasi yang tidak terselesaikan, maka yang dirugikan bukan hanya wartawan, tetapi juga hak masyarakat untuk mengetahui informasi.

Kalangan jurnalis mendesak pihak penyelenggara Jakarta Fair Kemayoran untuk memberikan penjelasan terbuka terkait kendala distribusi barcode yang menyebabkan sejumlah media gagal memperoleh akses peliputan,Evaluasi menyeluruh terhadap sistem registrasi dan koordinasi media juga dinilai mendesak agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara Jakarta Fair Kemayoran mengenai penyebab sejumlah media tidak menerima barcode akses masuk ke area kegiatan.

Peristiwa ini menjadi catatan penting menjelang perayaan besar Jakarta,Sebab sebesar apa pun sebuah perhelatan publik, transparansi dan penghormatan terhadap kerja jurnalistik seharusnya tetap menjadi prioritas, Tanpa media yang dapat bekerja secara optimal, semangat keterbukaan hanya akan menjadi slogan tanpa makna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *