Targetnews co.id//Jakarta – Ketua Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Provinsi Jambi, Mappangara HK, selaku kuasa pendamping Datuk Alib Suku Anak Dalam (SAD), menghadiri rapat bersama berbagai kelompok masyarakat yang masih terlibat konflik agraria, Sabtu (7/2/2026)
Rapat yang digelar pukul 14.30 WIB tersebut difasilitasi Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia dan dipimpin oleh Mudah Saleh, dengan pendampingan sejumlah pihak terkait. Pertemuan berlangsung hingga pukul 17.15 WIB dan dihadiri sekitar 71 orang perwakilan dari berbagai daerah.
Dalam forum tersebut, Mappangara HK menyampaikan secara langsung konflik lahan seluas 236 hektare yang hingga kini masih disengketakan antara kelompok Datuk Alib SAD dengan PT BSU. Ia menegaskan bahwa kelompok Datuk Alib SAD bersama masyarakat masih menduduki dan mempertahankan lahan yang mereka klaim sebagai wilayah adat.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pengajuan Koalisi Nasional Reformasi Agraria (KNRA) yang diketuai oleh Bunda Wahidah, dengan Mahyudin sebagai Koordinator Administrasi dan Mawardi selaku Sekretaris.
Selain perwakilan dari Jambi, hadir pula kelompok masyarakat dari Provinsi Riau, Palembang (Sumatera Selatan), Sulawesi Selatan, dan Lampung.
Masing-masing perwakilan secara bergiliran menyampaikan aspirasi serta permasalahan konflik agraria yang mereka hadapi kepada pimpinan rapat. Menanggapi berbagai laporan tersebut, pimpinan rapat menyatakan akan segera melaporkan hasil pertemuan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN RI untuk ditindaklanjuti secara serius dan cepat.
Rapat berlangsung tertib dan lancar, serta ditutup dengan foto bersama seluruh peserta sebagai simbol komitmen bersama dalam mendorong penyelesaian konflik agraria di Indonesia.













