Targetnews.co.id//SIARAN PERS
Gonjang ganjing dibumi Badan Pelaksanaan Jalan Nasional Banten Saat Tampuk Kepemimpinan di Raih dan dikuasai Oleh Primawan Avicenna sekitar bulan Juli 2025 situasi Balai seakan berubah dan panas dengan berbagai Kritik dan Protes dari kalangan Rakyat sekitar juga Para Kuli Tinta , Lembaga Swadaya Masyarakat ditambah Ormas setempat , hal ini sangat beralasan : Primawan Biang keladi dari kegaduhan Balai , dimana ia Selaku pemegang Komando untuk Setiap Proyek – Proyek yang didanai Anggaran Pendapatan Belanja Negara. Yang nota Bene adalah Uang Rakyat dimana dalam Pengelolaannya diduga Manipulatif , Sebab setiap Alokasi Proyek pasti terpangkas dengan rekayasa – rekayasa Teknis maupun non teknis demi keuntungan Pribadi maupun Kelompoknya.
Binsar Siagian dari LSM Karya Cipta Bangsa yang diminta Pendapatnya berucap resistensi dugaan yang terjadi pada BPJN Banten telah mencoreng Institusi Kementerian PUPR dan ditjen Bina Marga dan hal ini tidak bisa diabaikan atau Adanya Pembiaran , Para Pemangku jabatan atau Pejabat yang berkompeten segera mengambil sikap dan tindakan terhadap perbuatan Primawan CS . sebab ini adalah Preseden Buruk bagi lembaga Pemerintah , untuk Para Penegak Hukum Baik KPK , KEJAGUNG Maupun Mabes Polri jika benar menemukan indikasi Korupsi Serta manipulasi ditubuh BPJN Banten Segera Tangkap dan jeblos kan ke Penjara Tanpa Ampun.
Beberapa dugaan perilaku Koruptif pada Tubuh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Banten dan sampai saat ini belum sama sekali ditindaklanjuti :
Proyek jalan Simpang – Ciboleger yang dikerjakan acak – acakan dengan kata lain Tidak Sesuai dengan spesifikasi dan Mengerjakan dengan kualitas Minim dimana : CV. Masayu Citra Wisesa Selaku Kontraktor Tidak Mahir dan Tidak Profesional dalam Pekerjaannya , Proyek Peningkatan Jalan Sukawaris – Tanjungan Segmen 1 wilayah kecamatan Cikeusik kabupaten Pandeglang dimana terpilih sebagai Pelaksana adalah CV Kongsi Baru dengan Anggaran Rp 10 , 5 Milyar , Permasalahannya bersifat Teknis dan sangat Krusial , Proyek Pemeliharaan Berkala Jembatan pada PPK 1.3 dengan Penyedia Jasa CV. Tama Karya Selaras , Permasalahan Proyek dikerjakan jauh dari kualitas dan Standart.
Hasil investigasi dan penelesuran Para media dan LSM , Masih ada beberapa titik proyek kegiataan di Balai ini yang dalam pantauan dan terindikasi pula dikerjakan sama seperti proyek – proyek sebelumnya dengan predikat buruk , malah disinyalir adanya dugaan Pemotongan dari nilai proyek sebagai Fee berkisar 10 – 15 Persen kekantong para Pejabat di lingkaran balai dan permainan kotor ini sudah menjadi budaya dan kebiasaan oknum – oknum tersebut , Saat ini para penggiat Hukum akan mendesak Aparat Penegak Segera lakukan penyelidikan dan Penyidikan untuk menumpas Sarang Koruptor Di BPJN Banten.

