Blog  

Pakar Dukung BNPT Bangun Kesadaran Masyarakat Pentingnya Kebersamaan dan Persatuan

banner 468x60

Jakarta – Targetnews.co.id – Pakar komunikasi politik Prof. Drs. Effendi Gazali, M.Si., MPS., Ph.D. mendukung BNPT untuk terus membangun kesadaran masyarakat terkait pentingnya persatuan dan kebersamaan terutama dalam rangka menghadapi Pemilu 2024.

“Yang lebih mendasar itu mengajak masyarakat untuk tidak melupakan bahwa BNPT ini sedang bekerja dengan cara-cara yang harusnya dalam konteks komunikasi itu, cara-cara yang membuat orang sadar sendiri, bahwa kita harus hidup bersama tanpa kekerasan. Kemudian juga tidak ada tekanan intimidasi, kemudian akhirnya tanpa terorisme,” kata Effendi dalam dialog di Kafe Toleransi BNPT RI di Jakarta, pada Senen (11/2/2024).

Effendi mengatakan langkah yang ditempuh oleh BNPT melalui pendekatan kuratif, preventif dan promotif sudah tepat. Dia menilai tingkat toleransi sosial masyarakat dapat dilihat dari cara berkomunikasi yang sehat.

“Kalau mau sehat dalam hidup toleransi dan kemudian tanpa kekerasan, tanpa ada peluang-peluang untuk terorisme, radikalisme itu, ketika berkomunikasi itu seperti apa (harus dilihat). Kalau itu saja jalan, sudah keren kita,” katanya.

BNPT sendiri berkomitmen untuk terus menjaga keamanan dan kedamaian di tanah air terutama dalam rangka menyambut hajat Pemilu 2024. Berbagai potensi perpecahan maupun tendensi intoleransi terutama yang muncul di media sosial selalu dilawan dengan upaya kontra narasi berisi pesan-pesan toleransi, persatuan, dan prinsip kebhinekaan.

Lebih lanjut, BNPT mengajak semua pihak untuk terus memerangi propaganda terorisme yang mengancam keamanan dan kedamaian pelaksanaan pemilu tahun 2024.

Dalam menghadapi hari pencoblosan 14 Februari mendatang, Effendi mengajak semua elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersamaan. Masyarakat diajak untuk selalu mengingat adanya sebuah kepentingan bersama yakni menjaga persatuan sekaligus memajukan bangsa Indonesia.

“Jelang 14 Februari, bolehlah kita ada sedikit kesel-kesel, sesudah itu ada masanya kita harus berpikir bahwa kontestasi politik sudah selesai. Karena itu kita kembali ke kebersamaan,” kata dia. (Dwi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *